Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2009

Cara Membuat Telur Asin

  1. Pilih telur yang bermutu baik kalau bisa yang berumur 2-3hari saja sejak pengambilan dari peternak
  2. Cucilah telur dan bersihkan telur dari kotoran yang melekat. Lebih baik lagi bila menggunakan air hangat.
  3. Keringkan telur yang telah dicuci tersebut. Gunakan lap agar proses dapat berjalan lebih cepat. Karena telur yang basah terlalu lama akan cepat terjadi kebusukan.
  4. Amplas seluruh permukaan telur secara merata agar pori-porinya terbuka. Ketika mengamplas jangan terlalu lama sebab kulit telur akan semakin tipis sehingga akan semakin mudah retak atau pecah.
  5. Buat adonan pengasin. Pertama-tama buat campuran tanah liat dan garam dengan perbandingan 1:1. Setelah itu tambahkan air secukupnya sampai membentuk pasta. Selain itu dapat juga menggunakan abu gosok atau bubuk bata merah.
  6. Bungkus setiap telur dengan adonan secara merata di permukaan telur dengan tebal ±2 mm.
  7. Simpan telur dalam ember plastik selama 2-3 minggu dan letakkan pada ruang terbuka.. Semakin lama disimpan kadar garam dalam telur akan semakin tinggi sehingga telur akan semakin awet tetapi rasanya akan semakin asin.
  8. Setelah selesai bersihkan telur dan pastikan telur tetap dalam keadaan utuh dan bagus.
  9. Bila ingin telur asin dapat lebih tahan lama, rendam telur dalam larutan teh selama ± 1 minggu. Hal ini dilakukan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori kulit telur yang sebelumnya terbuka akibat proses pengampelasan.
  10. Bersihkan dan rebus telur asin hingga benar-benar masak.

Selasa, 03 November 2009

Telur Asin Part II

Setelah menjalankan usaha telur asin hampir 2 bulan ini. Banyak hal menarik yang aku alami.
Memulai suatu usaha baru memang tidak mudah. Namun banyak hal positif yang aku peroleh dari hari ke hari melalui usaha ini. Ada sukanya, saat semua telur yang kita buat habis terjual. Adapula dukanya saat telur-telur yang kita titipkan di outlet ternyata ada yang tak laku, rusak atau pecah sehingga harus kembali. Rugi? Jelaslah rugi jika ada telur yang kembali, karena telur yang kembali tidak dapat aku pasarkan lagi agar mutu dan kualitas dari telur-telur asinku tetap terjaga. Tapi aku sudah memperhitungkannya. Kerugian merupakan faktor resiko dari sebuah usaha. Dan kita sebagai pemilik usaha harus berusaha meminimalis kerugian ini agar tidak memperngaruhi produksi telur asin kita ( terutama modal ) ke depannya.

Telur asin memang merupakan makanan murah meriah dan bergizi. Tidak saja kalangan atas, kalangan menengah ke bawah pun banyak memanfaatkan telur asin ini sebagai salah satu makanan pokok sehari-hari. Tapi untuk di Banjarmasin, entah kenapa, sepertinya masyarakat masih memandang adanya batas-batas etnis dan pengelompokkan masyarakat sehingga dalam pemasaran ( menitipkan telur asin di outlet) aku mengalami sedikit kendala. Animo masyarakat untuk tidak membeli barang buatan Etnis Chinese begitu besarnya. Mungkin karena adanya ketakutan jika makanan yang di buat oleh etnis Chinese tidak halal. Untuk itu aku harus menyakinkan dahulu si penjual bahwa telur asin buatanku murni hanya menggunakan bahan-bahan umum seperti tanah merah, garam dan air. Tidak ada campuran apapun lagi. Selain meyakinkan dengan kata-kata, harus ada contoh telur asin yang dijadikan barang promosi agar si pemilik outlet mencicipi dulu telur asin tersebut sebelum mereka menyetujui telur itu di titipkan di outlet mereka.

Dengan berjalannya waktu, ternyata produksi telur asinku mulai mencapai 800bj perminggu. Termasuk ukuran lumayan lah, mengingat usaha ini baru berjalan hampir 2 bulan. Merintis dari hanya 100bj telur perminggu hingga mencapai angka 800bj perminggu merupakan sebuah prestasi tersendiri bagiku yang memacu semangatku untuk lebih giat dan bertekun dalam menjalankan usaha ini.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Memulai Usaha Telur Asin

2 bulan aku uda tinggal di Bjm... dan mulai merintis usaha produksi telur asin...
Kelihatannya sih gampang yah membuat telur asin itu.. tapi ternyata detil-detil kecil harus tetap diperhatikan dan diperlukan kesabaran tingkat tinggi.

Hari ini terkaget2 aku ketika supplier telur ( seorang ibu tua yang datang naik becak) datang ke rumahku membawa 666bj telur. Padahal biasanya dia cuma bawa sekitar 200-300bj aja.
Tapi kalau di tolak kasihan juga karena si Ibu udah datang jauh-jauh.
Akhirnya aku terima tuh telur dan seperti kebiasaan... agar telur tak rusak, harus langsung di kerjakan.

Pencucian telur dimulai. Harus sangat sabar dan hati-hati ketika mencuci karena jika kita terlalu terburu-buru.. keretakan telur bisa saja terjadi dan itu cukup merugikan karena telur yang retak jelas tak bisa di buat telur asin.

Oh iya pada tahap pencucian ini, aku pernah di ketawain orang rumah. Aku yang pada saat pertama kali mencuci telur bebek yang masih penuh kotoran, termuntah-muntah karena tak tahan baunya. Akhirnya dengan mencari akal... campuran air aku beri sabun sedikit. Selain telur jadi bersih kinclong, bebas kuman krn dicuci dgn sabun... yang utama.. aku gak perlu sambil muntah2 mencucinya :p

Setelah tahap pencucian... aku langsung mengelap telur2 asin itu, krn keadaan yang basah akan membuat telur asin cepat busuk. Setelah telur kering, aku barulah menghaluskan garam, membuat adonan tanah liat dan mencampur adonan tanah liat dengan garam sampai tercampur rata.

Hari ini aku mengerjakan sambil membayangkan... seandainya tiap hari aku bisa memproduksi 500butir seperti ini dan langsung laris terjual... wah seneng banget pastinya.

Pengalaman-pengalam kecil seperti ini terlihat sepele dan sepertinya sudah biasa dilewati oleh banyak orang. Tapi buat aku pengalaman ini adalah pengalaman berharga karena disinilah aku belajar berwiraswasta....

Selasa, 01 September 2009

Harapan


Jangan pernah berhenti berharap. Apapun itu
Teruslah berharap karena dengan segala harapan kita akan tetap kuat
menapaki jejak-jejak kehidupan

Memang tidak mudah.....
Adakalanya satu harapan tak terwujud
Dan membuat kita terjatuh.
Tapi tetaplah berdiri......
Walau dengan langkah yang goyah.
Janganlah berhenti berharap

Ketika tangisan dan derai air mata mengahru biru
Ketika rasa sakit membabi buta
Ketika kaki-kaki kehidupan retak dan mulai patah
Tetaplah teguh untuk terus berharap
Jangan pernah lelah............
Jangan pernah menyerah

KARENA

Harapan akan indah tepat pada waktunya

Kamis, 30 April 2009

Kangen

Wah.. ternyata lama sekali saya meninggalkan blog ini ... hikzss
Tak terasa sudah 8 bulanan sejak pindah ke Surabaya dan mencoba peraduan nasib baru :p
Susah juga beradaptasi dengan hal baru, kerjaan baru dan segala hal baru lainnya.
Terutama beradaptasi meninggalkan dunia maya sejenak agar bisa berkonsentrasi akan masa depan
tapi ternyata susahhhhhhhhhhhhhh
Aku merindukan dunia khayalanku disini.
Dunia khayalan yang bisa membentukku menjadi apa saja.
Dunia yang bisa memberikan segala hal pengetahuan yang kuinginkan...

Ah .... besok coba merayu bos deh... untuk pasang internet juga di kantor ... hehehe
Ciayooo Cha.... :p

Brb Dulu dah.... siap2 mencari suatu pernyataan yang bisa menguatkan banyak keuntungan
klo dikantor pasang inet.... hehehehe

Senin, 07 Juli 2008

Tamasya ke Jatim Park Batu - Malang


Salah satu rangkaian perjalanan liburan kami adalah kemarin tanggal 7 Juli 2008 yaitu ke Jatim Park Batu - Malang.
Jam 11.00 siang kami cek out dari hotel dengan tujuan Batu- Malang karena di koran pagi kami membaca iklan Jatim Park untuk tiket masuk terusan adalah Rp. 40.000,- bisa menikmati semua permainan..... Wow... penghematan nih kalau memang benar dengan harga sekian kami bisa dengan bebas menikmati seluruh permainan yang ada di Jatim Park. Harga tersebut selama masa liburan sekolah dari tanggal 3 Juli 2008 - 16 Juli 2008.

Terletak di lereng timur gunung Panderman, dalam area kurang lebih 11 hektar dan ketinggian 850 meter diatas permukaan laut, serta di dukung hadirnya 3 wahana baru setiap tahunnya, menjadikan Jatim Park ini sebagai wahana rekreatif bagi keluarga. Jatim Park ini buka dari jam 08.30 wib - 16.00 wib.

karena baru tiba jam 12.00 siang ( setelah makan siang tentunya), kami mulai menjelajahi hampir seluruh permainan dan area yang ada di Jatim Park. Dari Galeri Etnik nusantara yang berisi kekayaan budaya dan adat istiadat berpakaian dari beragam suku di Indonesia, Science Centre Kimia & Biologi, Anjungan Jatim &Irian, Galeri Belajar dimana si Audi sangat senang mencoba berbagai percobaan disini, ada jam matahari, gelombang suara, Tekanan udara yang bisa mendorong botol merambat naek di atas tali, dll sampai permainan yang menjadi andalan disini kami coba, yaitu Flying tornado dan Spinning Coaster.

Dan dari seluruh permainan tersebut yang sangat menarik adalah Flying Tornado dan Spinning Coaster. Sayangnya audi tidak bisa menikmati Flying Tornado karena tingginya kurang dari 150cm.
Untungnya dia dengan setia duduk di pagar penonton menunggu Cha dan Tus yang teriak2 karena di jungkir balik, di putar2 salto berkali2 di atas Flying Tornado. Exiting, Fantastik, menyeramkan juga, tapi seruuuu...... sampai2 Audi berniat nanti liburan bulan Desember 2008 tingginya harus sudah 150cm biar bisa bermain sama-sama. hahahaa.....

Untuk Spinning Coaster, Audi yang sudah 135cm, bisa dengan leluasa menaiki kereta yang berjalan menanjak di atas rel tersebut. Walau agak menyeramkan sih... tapi ternyata Audi mewarisi bakat kami yang suka akan hal-hal menantang seperti ini.... heheheh

( walau kenyataannya aku sangat ketakutan jangan- jangan something bad bisa terjadi diluar kendali kita. Apalagi mengingat baru saja terjadi di awal tahun ini, wahana permainan sejenis yaitu Wonderia - Semarang telah memakan korban dengan jatuhnya salah satu permainan dari ketinggian (sejenis drop zone) akibat keteledoran manusia dalam perawatan mesin permainannya)

Akhir kata.... dari keseluruhan liburan kami di Jatim Park Malang ini.... Kami akan datang lagi di liburan panjang yang akan datang bulan Desember nanti.... karena kecintaan kami akan kota Malang tak akan pernah pupus dan salah satu tujuan kami yaitu mengunjungi wahana ini kembali.

Semoga Wahana Jatim Park, manajemen dan segenap teknisinya, ikut pula menjaga keselamatan pengunjung dengan perawatan wahana permainan sebaik mungkin dan tidak mementingkan income semata.


Rabu, 02 Juli 2008

Wow... GooGle adsense ku di terima

Senang benar rasanya setelah beberapa kali di tolak dalam pengajuan Google adsense...
Akhirnya Blog pertamaku bisa diterima oleh om Google
walaupun melalui beberapa kali pengajuan dan pengeditan blog... oalah capenya....

Untuk tidak mengubah isi dari Blog pertamaku tersebut... akhirnya terciptalah blog ini sebagai bagian dari hasratku yang tetap merasa nyaman untuk menulis dalam Bahasa Indonesia...
heheheh ( padahal memang masih belum fasih benar dalam berbahasa inggris)

Terima kasih yah buat teman-teman blogger yang tidak saya bisa saya sebutkan satu persatu
( ya iyalah masa ya iya dong... orang tutorial untuk daftar google adsensenya... aku blogwalking dari satu rumah ke rumah yang lain ... )